Teror Media

Tulisan dengan judul yang sama pernah saya tulis dan dimuat dalam satu edisi media kampus yang terbit setiap 2 minggu. Tetapi untuk kali ini membahas sebuah kejadian dari prespektif yang berbeda. tentunya menggunakan studi kasus yang berbeda pula. Sekiranya ada perbedaan alur cerita, itu hanyalah soal sudut pandang, cara pandang, dan jarak pandang masing-masing dari kita.

Kasih Permen, Salesman Dihajar Warga Kampung
Hari Sabtu (17 Juli 2010) setelah Isya’ beberapa warga dusun MJ mencurigai seorang laki-laki tak dikenal yang membagi-bagikan makanan kepada anak-anak. Sesaat kemudian terjadi keributan, laki-laki tak dikenal itu dihajar masa. Beruntung sesaat kemudian amarah warga sedikit reda, laki-laki asing itu pun diinterogasi oleh aparat dusun setempat.Kejadian ini sungguh sungguh terjadi di sebuah kampung di wilayah Kecamatan Candimulyo. Akibat maraknya isu penculikan anak-anak di beberapa wilayah Magelang, warga Magelang pun meningkatkan kewaspadaannya tak terkecuali desa MJ (nama desa disamarkan). Menurut desas-desus yang beredar, pelaku kriminal ini menculik anak-anak untuk diambil organ dalamnya. Belum diketahui secara pasti motif dan tujuan pelaku, namun dari analisis Mas Wito (bukan nama sebenarnya) kemungkinan pengambilan organ dalam ini berhubungan dengan praktek kedokteran.

Dari hasil interogasi diketahui laki-laki tersebut adalah penjual mainan anak-anak yang kebetulan mampir sholat. Ditanya mengenai motif memberi makanan kepada anak-anak adalah karena makanan itu adalah sisa dagangannya hari ini yang jika dibiarkan sampai besok sudah basi, daripada terbuang sia-sia mumpung masih bagus laki-laki itu membagikannya kepada anak-anak.

Sesaat kemudian datang juragan dari laki-laki itu untuk menjelaskan kepada warga bahwa anak buahnya ini memang benar-benar seorang salesman penjual mainan anak-anak, laki-laki ini menggantikan ayahnya yang biasanya memang menjual mainan anak-anak di sekitar Kecamatan Candimulyo.

Kenyataan kecil ini merupakan bentuk ketakutan yang berlebihan dari warga kampung yang merasa terteror denga isu penculikan untuk diambil organnya. Bagaimanapun tindakan menghajar orang asing yang dilakukan adalah tindakan yang tidak dapat dibenarkan. Isu penculikan ini adalah sebuah bentuk teror yang nyata dan menimbulkan situasi yang tidak kondusif.

Sekiranya aparat keamanan segera menindaklanjuti kebenaran desas-desus penculikan ini, setidaknya dengan memberi keterangan pers perihal kebenaran desas-desus tersebut. Kalau memang benar-benar terjadi penculikan-pembunuhan harusnya segera ditindaklanjuti. Membiarkan adanya ketidakjelasan perihal penculikan ini juga bisa jadi bagian dari teror itu sendiri jika mengacu pengertian teror adalah menimbulkan rasa takut pada orang banyak.

NB: Hati-hati berbuat baik disaat kondisi masyarakat yang tidak kondusif.

Penulis: Muh.Ahsan

Geoscience application specialist, technical evangelist, music lover, movie buff, and active blogger.

Tinggalkan Tanggapan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.