Donasi Bencana Lewat Sepakbola

Di bawah kepemimpinan Ngabehi Askaboel, dibentuklah Komite Penanggulangan Kesengsaraan Merapi. Komite ini akan membantu meringankan penderitaan para korban Merapi. Posisi sekretaris komite baru ini dipegang oleh Bapak M. S. Martali Jr., sementara Bapak Soebroto menjadi bendahara. Atas inisiatif komite ini, akan diadakan pertandingan sepak bola pada Jumat, Sabtu, dan Minggu mendatang, yang hasilnya akan disumbangkan untuk korban bencana Merapi. Dikabarkan bahwa sebuah piala perak akan diberikan untuk tim pemenang.

Di bawah kepemimpinan Ngabehi Askaboel, dibentuklah Komite Penanggulangan Kesengsaraan Merapi. Komite ini akan membantu meringankan penderitaan para korban Merapi. Posisi sekretaris komite baru ini dipegang oleh Bapak M. S. Martali Jr., sementara Bapak Soebroto menjadi bendahara.

Atas inisiatif komite ini, akan diadakan pertandingan sepak bola pada Jumat, Sabtu, dan Minggu mendatang, yang hasilnya akan disumbangkan untuk korban bencana Merapi. Dikabarkan bahwa sebuah piala perak akan diberikan untuk tim pemenang.

Berikut adalah program pertandingan:
Jumat, 9 Januari 1911: Tim Arab Surabaya – Tim Indonesia Surabaya.
Sabtu, 10 Januari 1931: Excelsior – Tiong Hwa
Minggu, 11 Januari 1931: Pemenang hari pertama – Pemenang hari kedua
Semua pertandingan ini akan digelar di lapangan Excelsior dan dimulai pukul 4.30 sore.

Berita Pemantauan Merapi 3 Oktober 1933

Kepala penelitian vulkanologi, Dr. Stehn pergi ke puncak Merapi pagi ini. Kubah lava utama telah menghilang. Aktivitas solfatara minim, situasi hampir tetap stabil, materi yang terlontar dan gejala api minim.

Sketsa peta Gunung Merapi dan sekitarnya, yang menunjukkan daerah yang terkena dampak dari bencana Merapi pada bulan Desember 1930. Untuk informasi lebih lanjut, lihat bagian “Oost-IndiĆ«” dalam koran kami hari ini.

SITUASI TETAP TIDAK BERUBAH

BANDUNG, 3 Oktober. (Aneta.) Kepala penelitian vulkanologi, Dr. Stehn pergi ke puncak Merapi pagi ini. Kubah lava utama telah menghilang. Aktivitas solfatara minim, situasi hampir tetap stabil, materi yang terlontar dan gejala api minim.

**(Di bawah kubah lava utama, ada yang disebut sebagai prop vulkanik. Pada bulan Desember 1930, sebuah prop dikeluarkan, di mana aliran lava mengalir ke arah barat daya, menuju Muntilan -lihat sketsa di tempat lain dalam koran ini-. Setelah itu, sebuah prop baru terbentuk, yang sekarang sedang dibahas. Berita hari ini, untungnya, tidak menunjukkan tanda-tanda letusan yang bisa berakibat fatal bagi penduduk).**