Subduksi

Jika dilihat dari peta penyebaran gempa di Indonesia (silahkan lihat di website resmi BMKG), kebanyakan sumbernya berada di subduction zone (zona subduksi). Zona subduksi terjadi ketika lempeng samudra bertabrakan (pergerakan tektonik lempeng) dengan lempeng benua, dan menelusup ke bawah lempeng benua. Lempeng litosfer samudra mengalami subduksi karena memiliki densitas yang lebih tinggi. Lempeng ini kemudian mencair dan menjadi magma.

Tabrakan antar lempeng selain menimbulkan gaya gesek juga mengakibatkan adanya zona subduction interface yang menyimpan energi potensial sangat besar. Ketika batas elastisitas lempeng terlampaui akan terjadi fraktura (retakan) atau patahan yang biasanya diikuti terjadinya gempa sebagai akibat pelepasan energi potensial. Pusat gempa tektonik tidak harus sepanjang garis permukaan zona subduksi, bisa terjadi sepanjang luasan kontak gesekan antar lempeng sehingga pusat gempa tidak selalu di lautan.

Mengapa lempeng-lempeng benua bisa bertabrakan? Apa yang membuatnya bergerak? Telusuri kelanjutannya….

Penulis: Muh.Ahsan

Geoscience application specialist, technical evangelist, music lover, movie buff, and active blogger.

Tinggalkan Tanggapan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.