Sony Ericsson Vivaz

Beberapa hari yang lalu saya sempat ngributi beli HP baru, bahkan sempat jadi bahan pembicaraan antara Mbak Emi, Kukuh, Saya, dan Yunita melalui YM, Twitter, dan Facebook. Pembicaraan sempat nyentil mengenai BlackBerry juga (yang beberapa saat lagi akan saya dapatkan gratis-tis). Sore lalu sudah terbeli HP baru sesuai yang sempat dibicarakan, Sony Ericsson Vivaz.

Sebelum memilih Vivaz ini sebenernya saya sudah melirik beberapa HP lainnya. Ada beberapa pilihan lain misal dengan Nokia N97 Mini, Nokia X6, Samsung I8000 Omnia II, iPhone 3G 16GB, HTC Hero. Pada akhirnya yang terbeli adalah SE Vivaz (bukan Vivaz Pro). Maunya sih memang Vivaz Pro, tapi menurut penjualnya saat ini Vivaz Pro belum masuk penjualan. Dari segi spesifikasi hampir sama antara Vivaz dengan Vivaz Pro, bedanya pada Vivaz Pro unggul di QWERTY keyboard secara fisik, sedangkan Vivaz unggul di kamera 8MPx.

Vivaz dibekali dengan sistem operasi Symbian, dengan prosesor 720MHz dan akselarator PowerVR SGX Graphics (seperti pada iPhone 3Gs). Artinya dari segi hardware sudah lumayan bagus, setidaknya prosesornya lebih bagus dari yang digunakan iPhone 3Gs. Sayang sekali display Vivaz masih menggunakan TFT resistive touchscreen, bukan capasitive seperti iPhone. Artinya tidak pas rasanya mengakses menu-menu di Vivaz menggunakan jari tangan, meski hal ini tetap bisa dilakukan. Sebagai gantinya adalah resolusi layar yang lebih besar dari iPhone 3Gs. Layar Vivaz tidak terlalu bagus ketika dilihat di luar ruangan.

Saat saya coba ternyata dengan prosesor segitu masih ada lag atau delay saat memutar dari posisi vertikal ke landscape. Hal ini tidak terjadi pada iPhone 3Gs yang pernah saya bawa. Saya tidak begitu tau apakah ini karena memang kerja prosesor dan akselarator grafisnya yang lambat, atau mungkin sensor accelorometernya yang lambat merespon. Tapi kemungkinan itu terjadi karena sensor accelorometernya yang tidak se-sensitif iPhone 3Gs.

Saat saya coba di luar ruangan, penangkap sinyal GPS lumayan bagus. Dari 24 satelit yang ada, setidaknya ada 5 satelit yang terdeteksi (tergantung tempat), sudah mencukupi untuk penentuan posisi kita (tentunya lebih banyak satelit akan semakin akurat).

Penulis: Muh.Ahsan

Geoscience application specialist, technical evangelist, music lover, movie buff, and active blogger.

Tinggalkan Tanggapan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.