SELAMAT HARI BLOGGER NASIONAL
*tulisan ini tidak berkaitan langsung dengan hari blogger nasional*
Sadar atau tidak sadar, saya sedikit mengamati aktifitas perkumpulan blogger di Yogyakarta, Cah Andong. Akhir-akhir ini saya sudah beberapa kali dolan ke pisowanan agung Kilometer Nol setiap Jumat malam, tempat berkumpulnya blogger Jogja Cah Andong melakukan aktifitas luring. Saya tidak pernah ketemu satupun konco-konco Cah Andong di sana. Saya mencoba berpikir positif, tempat offline-nya sekarang sudah tidak di Kolometer Nol dan saya ketinggalan informasi.
Iseng, pagi ini saya searching di mesin pencari mengenai juminten-nya Cah Andong. No-result, dalam artian saya tidak menemukan informasi aktifitas-aktifitas terbaru. Bahkan tulisan terakhir yang related saya temukan tertanggal 2010. Saya rasa itu adalah tulisan yang ditulis seseorang setelah Pesta Blogger chapter Jogja dua tahun yang lalu. Apakah juminten sudah tutupwarsa?
Mengenai berakhirnya juminten Cah Andong, saya punya sekecil harapan ada klarifikasi mengenai kejadian bedhol desa dari konco-konco Cah Andong. Saya meyakini bahwa dari sekian banyak aktivis Cah Andong pasti masih ada yang di Yogyakarta, entah jumlahnya ada berapa.
Kalau mau disepadankan, nasib yang sama juga dialami oleh komunitas blogger Magelang, Pendekar Tidar. Gethukan, aktifitas luring setiap hari Sabtu sore yang terbit dwi-mingguan itu sekarang tak berlangsung lagi. Hampir semua terhenti ketika komandan gethukan berhenti ber-SMS. Saya masih cukup ingat, aktifitas gethukan terakhir yang saya ikuti adalah medio 2012.
Tak hanya komunitas blogger yang mengalami krisis sama. Komunitas facebook, twitter, tumblr, dan multiply mengalami hal yang sama, aktifitas offline yang semakin sedikit. Entah karena semakin canggih teknologi komunikas atau memang orang semakin malas untuk beraktifitas offline dengan teman-temannya. Bisa jadi kejadian ini alasannya karena hampir semua problem dapat diselesaikan secara online, efisiensi waktu dan tenaga.
Lebih jauh, kalau mau digeneralisir, hampir semua aktifitas jumpa darat yang dimulai dari aktifitas online juga akan terhenti pada suatu ketika. Kemungkinan yang berbeda tentu saja waktu. Ada komunitas online yang kopdar rutinnya hanya berlangsung selama beberapa bulan, beberapa semester, dan beberapa tahun. Semua akan kembali pada dasarnya, pada fitrah-nya.
Online akan kembali ke online dan offline akan kembali ke offline.
Meski gethukan yang saya ikuti terakhir kali belum terlalu lama, sering muncul keinginan-keinginan untuk sekedar berkumpul bersama seadanya. Saya rasa tidak hanya saya yang mengalami hal seperti ini. Dasar diri manusia adalah untuk berkumpul. Bahkan sepasang manusia yang pertama pun memiliki fitrah untuk berkumpul sehingga rela bertahun-tahun saling mencari dan berkelana dalam luasnya bumi ini. Bisa jadi itu alasan pertemuan offline sangat dan selalu didambakan bagi aktivis-aktivis online.
Saat jumpa darat terjadi, apa yang terjadi pada setiap pribadi aktivis online? Berapa orang yang mampu berkomunikasi dengan baik terhadap sesama aktivis online dan berapa kali lipat orang yang memilih untuk menikmati online melalui gadgetnya saat pertemuan offline? Kesan apa yang diperoleh terhadap mereka yang gandrung online internet saat pertemuan offline? Negatif, anti-sosial, tidak pandai berkomunikasi, atau apa lagi?
Saya dapat berkomunikasi kembali dengan sahabat saya yang kini sudah jauh di perantauan secara online. Saya kembali mencari sahabat SMP saya dengan bantuan internet. Meski aktifitas online cukup membantu dalam berkomunikasi, tapi rasanya kebutuhan jiwa untuk bertemu langsung belum terpenuhi. Kebutuhan yang bermula dari offline harus dipenuhi dengan tindakan-tindakan offline.
Beberapa orang yang saya kenal melalui internet sekarang hilang entah ke mana. Meski ada beberapa orang yang masih terus berkomunikasi, sebagian telah menghilang ditelan waktu. Ketika saya kenal di dunia maya, saya tentunya banyak berasumsi seseorang memiliki sifat baik. Terlebih lagi saya sudah berkali-kali bertemu dengannya, mengetahui latar belakang offline-nya sampai saya dan beberapa teman memiliki harapan-harapan kebaikan terhadapnya. Yang terjadi adalah orang yang kemudian menghilang dan semakin jauh. Meski saya yakin orang itu sampai sekarang masih berkelakuan baik di dunia offline-nya, tetapi kesan yang saya dan teman-teman lain ingat adalah kami bertemu dengan orang yang mengecewakan.
Kecanggihan teknologi memang sangat membantu bagi manusia. Benda apapun dan teknologi apapun, semua bergantung pada siapa yang mengendalikannya. Kedewasaan sang pengendali juga yang menentukan kemanfaatan dari internet. Internet yang mendekatkan dan internet yang menjauhkan selalu terjadi. Keduanya masih terus terjadi karena internet bukan dewa pembawa kebaikan saja.
Ayo kopdar lagi.