Melatih Kebiasaan Berfikir Melalui Blog

Blog adalah sebuah real media dalam dunia maya, begitu kata Mas Novi dalam blognya. Tentu ada banyak alasan mengapa bisa dikatakan sebagai real media. Bagi saya blog menjadi real media karena blog adalah tempat berekspresi, menuangkan ide, menuangkan pikiran, membuang kegundahan. Tentunya dengan ber-blogging secara langsung belajar menjadi wartawan sendiri, menjadi editor sendiri, menjadi publisher sendiri, sama nikmatnya dengan kita nulis di majalah/koran. Bedanya kalau di koran yang editornya bukan kita, publishernya bukan kita, tapi kita dapet bayaran sedangkan blog kita jadi segalanya tetapi gak dapet bayar.

Sebuah tulisan blog tentunya tidak elok kalau sekedar satu kalimat pendek, meskipun tentu saja hal itu diijinkan. Istilahnya “blog yo blogku dewek” begitu mengapa seorang blogger kok ndak mau diatur. Tentu seorang penulis blog ingin menyajikan tulisan yang menarik dan enak dibaca. Dari keinginan inilah seorang blogger belajar menjadi penulis sekaligus editor.

Siapa yang akan “memperbaiki” gaya penulisan kita? Komentator dan pengunjung lah yang akan menunjukkan bagaimana sebuah tulisan akan menjadi menarik. Tentunya komentator tidak akan mengatakan tulisan kita jelek, hampir semuanya adalah komentar yang positif. Itulah yang bagi kita akan menjadi penyemangat untuk terus memperbaiki gaya penulisan kita.

Lebih jauh lagi, bagaimana untuk mendatangkan pengunjung dan komentator? Paling gampang adalah dengan mengalah terlebih dahulu untuk berkunjung ke blog-blog lain dan meninggalkan komentar. Tidak semua blogger jika dikunjungi akan balik berkunjung, kunjungi blog sebanyak-banyaknya tinggalkan komentar di masing-masing blog yang dikunjungi, setidaknya kita dapatkan informasi dan ilmu yang lebih dengan berkunjung ke blog lain.

Blog tidak seperti koran atau majalah yang proses komunikasinya hanya berjalan satu arah. Blog adalah komunikasi dua arah antara penulis dan pemberi komentar akan terjadi semacam diskusi timbal balik. Disinilah proses pembelajaran dapat kita ambil.

Tentu dari itu semua butuh proses pemikiran yang tidak pendek mulai dari membuat tulisan, berkunjung ke blog lain (blogwalking), berkomentar, membalas komentar, hingga kita memunculkan tulisan baru dan kejadian ini terus berulang sehingga apa yang kita sajikan di blog akan semakin menarik dan enak dibaca. Proses ini melatih kita untuk membiasakan berfikir.

Penulis: Muh.Ahsan

Geoscience application specialist, technical evangelist, music lover, movie buff, and active blogger.

Tinggalkan Tanggapan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.