Lumia, Re-Review Kelas Menengah ke Flagship

Lumia 930 White

Semuanya memiliki kesempatan berikutnya, kira-kira begitulah apa yang akan saya ulas kali ini. Paul Thurrot pernah mengatakan bahwa Windows Phone dengan Nokia (sekarang Microsoft Devices), PureView, dan optik Zeiss adalah kombinasi sempurna sebuah camera smartphone. Thurrot mengatakan bahwa Lumia 930 adalah smartphone paling perfect yang pernah dia miliki sepanjang masa.

Beberapa saat yang lalu saya baru saja kehilangan Lumia phone saya, Lumia 625H. Lumia 625H ini sudah saya pakai untuk jangka waktu sekitar satu tahun. Dari mulai masih menggunakan Lumia Amber, kemudian Lumia Black, Lumia Cyan, sampai terakhir Lumia Denim. Lumia 625H bukanlah smartphone “jagoan” yang dihasilkan Nokia, tetapi Lumia 625 adalah Lumia pertama dengan layar paling besar di segmen menengah. Layar Lumia 625H berukuran 4,7” merupakan layar terbesar dari Nokia Lumia yang dirilis pada saat itu. Soal Hardware, tentu tidak bisa dibandingkan dengan flagship produsen lain, tetapi pada intinya, Microsoft secara konsisten melakukan update terhadap semua device yang disangga dengan sistem operasinya, tak terkecuali.

Lumia 625H
Lumia 625H

Setelah kehilangan ponsel Lumia 625H (ponsel kedua yang saya beli), saya memutuskan untuk membeli ponsel untuk ketiga kalinya. Ponsel pertama yang saya beli adalah Nokia C6-00 bersistem operasi Symbian dengan keyboard slider. Dalam banyak pertimbangan, saya sedikit bimbang apakah akan beralih ke ponsel Android, iOS, atau tetap dengan Windows Phone. Pertimbangan utama saya adalah ponsel dengan kamera excelent dengan pengaturan yang bisa sesimple mungkin tetapi juga bisa like a pro. Beberapa kandidat adalah Samsung Galaxy Note 4, Sony Xperia Z3, iPhone 5s, Lumia 930, atau Lumia 1020. Pilihan saya jatuh pada Lumia 930 dengan Windows Phone, ponsel flagship Nokia terakhir sebelum berubah menjadi Microsoft Devices.

Lumia 930 adalah ponsel dengan kemampuan jaringan 4G LTE. Sebelumnya, saya sudah memiliki Samsung Galaxy Tab S 8,4” dengan kemampuan 4G LTE. Pada saat itu hanya operator Telkomsel yang menyediakan upgrade SIM Card menjadi USIM yang support 4G LTE. Saya upgrade SIM Card ke USIM, tetapi nomor Telkomsel saya adalah nomor ponsel untuk berkomunikasi telepon secara intensif. Tentu akan sangat aneh dilihat ketika saya menelpon menempelkan sebuah tablet 8,4” di kepala, meski saya sebenarnya sudah menggunakan bluetooth headset untuk antisipasi. SIM Card 4G LTE itulah satu sebab yang membuat saya memilih Lumia 930.

Lumia 930 adalah ponsel dengan display 1920×1080 Full HD AMOLED. Jelas ini adalah teknologi layar terbaik untuk saat ini. Sebelumnya saya sudah cukup merasa kesulitan dengan Lumia 625H yang hanya dilengkapi IPS LCD ketika beraktifitas di bawah teriknya Jakarta siang hari. Soal kontras warna, tentu saja AMOLED display jauh lebih baik dibandingkan IPS LCD, begitu yang saya rasakan ketika membandingkan display Samsung Galaxy Tab S 8,4” yang ber-AMOLED dengan Lumia 625H yang hanya ber-IPS LCD. Display AMOLED itulah penyebab kedua saya memilih Lumia 930.

Lumia 930 adalah ponsel dengan Windows Phone 8.1, Lumia Denim. Saya adalah fan Microsoft sejak masih kuliah. Begitu juga ketika menggunakan Lumia 625H, saya sangat excited dengan informasi-informasi seputar Windows Phone. Saya pernah melalui masa-masa Lumia Amber sampai dengan Lumia Denim. Saya bisa menyimpulkan bahwa semua device yang disangga sistem operasi Windows Phone akan selalu mendapatkan update, apapun spesifikasi hardware-nya. Update software di semua lini Windows Phone adalah sebab ketiga saya memilih Lumia 930.

Lumia 930 adalah ponsel dengan Kamera 20MP, PureView, Zeiss Optic dan software Lumia Camera. Tak perlu tanya lagi bagaiman kemampuan Nokia dalam menciptakan camera phone, tengoklah bagaimana kemampuan Lumia 1020. Saya sebelumnya adalah pengguna Lumia 625H yang hanya dilengkapi kamera 5MP autofocus tanpa ada enhancement PureView maupun Zeiss Optic. Hanya ada Lumia Camera. Mencoba kemampuan dari Lumia Camera sudah cukup membuat saya bisa menyimpulkan software Lumia Camera adalah software terbaik dari ponsel kamera dengan kemampuan setting manualnya yang simple dan sangat pro-friendly. Pengaturan fokus manual, ISO manual, shutter speed manual, exposure manual, dan white balance manual adalah apa yang sudah lumrah muncul di kamera professional dan didatangkan ke Lumia Camera dengan pengaturan semirip mungkin. Kemampuan dan fungsionalitas kamera adalah sebab keempat saya memilih Lumia 930.

Desain yang kokoh dan unik, warna putih yang berkelas, dan berbagai aplikasi terbaik hanyalah sebuah bonus. Kehadiran Windows 10 bisa jadi masih perlu dinanti. Belum lagi kemunculan flagship Microsoft Devices yang rumornya adalah 940 dan 940XL pun saat ini masih samar-samar, dan kemungkinan tidak dalam waktu dekat ini. Tentu Lumia 930 menjadi pilihan terbaik dari ponsel Windows Phone yang ada saat ini.

Tidak ada Windows Phone dan Android lain yang pernah saya miliki bisa “berdiri” stabil tanpa disangga.
Tidak ada Windows Phone dan Android lain yang pernah saya miliki bisa “berdiri” stabil tanpa disangga.

Penulis: Muh.Ahsan

Geoscience application specialist, technical evangelist, music lover, movie buff, and active blogger.

Tinggalkan Tanggapan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.