Logika Overclock

Overclock? Yang saya pikirkan adalah meningkatkan clockspeed processor. Mengenai overclock RAM dan VGA saya sebatas pernah denger tapi tidak terlalu mendalami. Lha wong overclock processor aja masih amatiran.

Kalau dari sebuah buku yang pernah saya baca, clockspeed dalam perhitungan gampangnya adalah hasil perkalian antara FSB dengan multipler. Jadi untuk meningkatkan clockspeed ada dua cara yaitu dengan meningkatkan nilai FSB atau dengan meningkatkan angka multipler.

Meningkatkan multipler setau saya (kata seoarang kawan) hanya bisa dilakukan pada tipe prosesor tertentu. Untuk platform Intel hanya pada extreme edition (XE) dan pada platform AMD hanya pada black edition (BE). Tapi saya sendiri meragukannya, karena saya pernah utak-atik processor intel celeron 1,73GHz (jaman saya SMA) dan terbukti bisa ditingkatkan multipler-nya. Dari yang tadinya 133MHz x 13 (1,73GHz) jadi 152MHz x 18 (2,74GHz). Sampai sekarang masih normal kok.

Ah tinggalkan mengenai tipe-tipe processor itu, kembali mengenai overclock. Karena clockspeed adalah hasil kali antara FSB dengan multipler, saya menganalogikan seperti sebuah persegi panjang. Dimana dimensi panjang adalah FSB dan dimensi lebar adalah multipler, luas dari persegi panjang inilah yang disebut sebagai clockspeed.

Untuk tipe-tipe processor yang bisa diubah miltipler dan FSB saya rasa tidak masalah memperluas clockspeed-nya. Bagaimana dengan processor yang multipler-nya tidak dapat diubah? Karena dalam kenyataan lebih banyak prosesor yang tidak dapat diubah multipler-nya, hanya bisa mengubah FSB. Dalam hal ini anggap tidak dapat menambah dimensi lebar persegi. Untuk memperluas hanya dapat kita lakukan dengan menambah dimensi panjang-nya (FSB).

Katakanlah saya menemukan dua buah prosesor yang default-nya memiliki clockspeed sama sebesar 2,0GHz dan keduanya tidak dapat dubah multipler-nya, dengan FSB berbeda. Prosesor pertama memiliki FSB 800MHz, prosesor kedua memiliki FSB 400MHz. Mana yang harus dipilih? Abaikkan mengenai mainboard, anggap mainboard sama dan bisa support hingga FSB 1066MHz. Dari perhitungan sederhana akan didapatkan nilai multipler 2,5x pada prosesor pertama dan 5,0x pada prosesor kedua.

Katakanlah keduanya ditambah nilai FSB sebesar 10MHz sehingga FSB prosesor pertama menjadi 810MHz dan FSB prosesor kedua menjadi 410MHz. Selanjutnya jika dilakukan perhitungan akan diperoleh clockspeed sebesar 2,025GHz pada prosesor pertama dan 2,050GHz pada prosesor kedua. Terlihat pada peningkatan FSB 10MHz prosesor kedua akan menghasilkan clockspeed yang lebih besar. Itu baru penambahan 10MHz, bagaimana dengan 50MHz, 100MHz? Hitung sendiri.

Selanjutnya berhubungan dengan kompatibilitas mainboard. Pada prosesor pertama hanya bisa dilakukan penambahan FSB 266MHz karena maksimal FSB yang bisa disupport oleh mainboard hanya 1066MHz, dihitung menghasilkan clockspeed 2,66GHz. Bagaimana dengan prosesor kedua? Anggaplah kita dapat melakukan overclock hingga FSB mencapai 677MHz saja (tergantung sistem komputer). Clockspeed yang dihasilkan 3,38GHz. Itu baru FSB 677MHz, bagaimana jika seandinya (kondisi super ekstrim) prosesor kedua dapat ditingkatkan FSB hingga 1066MHz. Clockspeed akan menjadi 5,33GHz. Tapi tentu saja kondisi seperti ini akan sangat sulit diperoleh karena keterbatasan sistem.

Jadi kesimpulan logika overclock saya, untuk prosesor yang hanya bisa diubah nilai FSB, cari prosesor yang memiliki multipler besar.

Tapi itu hanya logika bodho saya. Tentunya seni overclock tidak sederhana seperti yang saya jabarkan diatas. Ada juga variabel lain yang harus diperhatikan semisal masalah power dan suhu sistem.

Lha kalau intel core i7 yang kalau buka di website resmi-nya gak ada besaran FSB-nya itu gimana ya ngitung clockspeed-nya?

Penulis: Muh.Ahsan

Geoscience application specialist, technical evangelist, music lover, movie buff, and active blogger.

Tinggalkan Tanggapan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.