CBM dan Shale Gas, Hidrokarbon Lainnya

Istilah CBM dan shale gas bisa jadi kurang populer di kalangan masyarakat awam. CBM yang merupakan singkatan dari coal bed methane dalam penjelasan sederhana adalah gas metan yang terjebak dalam batubara. Gas metan adalah salah satu bentuk lain dari hidrokarbon yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi selayaknya natural gas (gas alam). Shale gas kondisinya mirip dengan CBM, hanya saja kondisinya terjebak pada lapisan lempung (shale) yang sangat tight di bawah permukaan bumi.

CBM dan shale gas menjadi populer di kalangan pencari hidrokarbon menjelang satu dekade terakhir ini. Para geosains berusaha mengenali ciri-ciri hidrokarbon jenis ini dengan harapan bisa banyak ditemukan dan proven. Harapannya, kedua jenis hidrokarbon ini dapat dimanfaatkan untuk melengkapi kebutuhan energi yang terus meningkat. Ya, permasalahan dunia saat ini adalah energi yang dapat dimanfaatkan belum mencukupi kebutuhan energi dunia. Alasan itulah yang menyebabkan manusia berusaha mencari bentuk-bentuk energi baru yang dapat dimanfaatkan.

Ketika saya memposisikan diri saya diluar ranah geosains, maka saya menganggap CBM dan shale gas sebagai bahan bakar gas alam. Tentu anggapan saya ini tidak salah karena kenyataannya memang keduanya memiliki bentuk gas dan langsung berasal dari alam. Memperlakukan CBM dan shale gas layaknya memperlakukan bahan bakar gas lain tentunya tidak salah.

Bila memang di Indonesia banyak ditemukan CBM dan shale gas, maka kita bersyukur karena discovery ini akan menambah jumlah cadangan energi Indonesia. Seperti yang pernah saya tuliskan sebelumnya mengenai ketergantungan terhadap minyak bumi, CBM dan shale gas pun pada dasarnya merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui dalam skala umur manusia sehingga suatu saat pun akan habis. Terlebih lagi, baik CBM maupun shale gas tetap saja merupakan bahan bakar fosil yang tetap menghasilkan emisi gas karbon.

Hal yang perlu diperhatikan untuk Indonesia saat ini adalah kebutuhan yang sangat mendesak terhadap cadangan energi supaya Indonesia bisa keluar dari zona kritis kekurangan cadangan energi. Kalau memang CBM dan shale gas bisa dijadikan alternatif sementara untuk sumber cadangan energi baru Indonesia, ya memang seharusnya dimanfaatkan.

Tulisan berseri: Indonesia Mandiri Energi

  1. Mengurangi Ketergantungan Terhadap Minyak
  2. Solusi Menuju Indonesia Mandiri Energi
  3. Geotermal – Energi Hijau, Energi Masa Depan
  4. CBM dan Shale Gas, Hidrokarbon Lainnya

Penulis: Muh.Ahsan

Geoscience application specialist, technical evangelist, music lover, movie buff, and active blogger.

Tinggalkan Tanggapan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.