Blogger Magelang

Selama ini saya punya keinginan terpendam untuk berkomunitas blogger di Magelang. Hingga saat ini sedikit sekali blogger asal Magelang yang saya kenal. Entah itu tinggal di Magelang, lahir di Magelang, besar di Magelang, atau mungkin yang hanya senang dengan Magelang.

Beberapa hari belakangan saya mulai mendapatkan contact sesama blogger Magelang. Ini karena saya terus berusaha cari blogger-blogger magelang. Akhirnya dapet logo dan brand Pendekar Tidar Komunitas blogger Magelang dari blognya masnanang. Saya jadi makin semangat buat bisa berkumpul dengan blogger-blogger Magelang. Hingga saat ini saya hanya mengenal sedikit sekali blogger Magelang.

saya sedikit beranalisa saja mengapa Magelang blogger yang kelihatan hanya sedikit. Mungkin sebenarnya di Magelang banyak yang punya blog, tapi karena kesibukan jadi gak pernah diurus. Akibatnya lupa kalau punya account blogging. Jaman dahulu mau dapet koneksi internet di Magelang lumayan susah dan masih mahal (banget), artinya blogger jadi jarang update dan berkarya di blog, sekedar nulis, editing interface, atau beraktifitas lain di blog.

Dengan keadaan sekarang. Tentu tidak ada alasan gak connect lagi. Magelang (setahu saya) sekarang udah punya jaringan FO (Fiber Optik), Operator Seluler juga sudah sedikit berbaik hati menurunkan tarif koneksi internet (walau masih amburadul), Warnet juga mulai bertebaran dimana-mana. Kalau saya lihat, warnet di Magelang sekarang bersaing fokus pada koneksi (bukan tarif lagi) dan pelayanan. Beberapa warnet yang pernah saya kunjungi di Magelang sudah mengalami peningkatan pesat. Dulu pas jaman saya SMA biasanya kalau ke warnet pasti ke SpyderNet (pernah berubah jadi SpyderGym), atau ke PavilionNet (Sekarang jadi Patriot). Dan setelah saya ke Yogyakarta 2 tahun yang lalu, sekarang sudah banyak warnet-warnet muncul di Magelang dengan speed access yang lumayan bagus (kalau hanya untuk sekedar blogging). Sekarang kalau saya pulang Magelang (dan kebetulan kuota internet Tekomsel Flash habis), saya tetep bisa blogging.

Ini mail list blogger Magelang:
[email protected]

Oknum

Sekarang ketika saya mendengar kata “oknum” dalam pikiran saya langsung “pegawai negeri”. Mungkin beberapa pembaca juga demikian. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia.

ok┬Ěnum n 1 penyebut diri Tuhan dl agama Katolik; pribadi: kesatuan antara Bapak, Anak, dan Roh Kudus sbg tiga — keesaan Tuhan; 2 orang seorang; perseorangan; 3 orang atau anasir (dng arti yg kurang baik): — yg bertindak sewenang-wenang itu sudah ditahan.

Saya sendiri heran, mengapa bisa demikian. Ini bukan berarti saya mengkambinghitamkan media. Tapi pada kenyataannya berita-berita di TV, radio, dan koran (yang sering saya temui) kata oknum tertuju pada seseorang yang tidak diketahui kejelasan identitasnya (atau sengaja disembunyikan) tetapi diketahui merupakan seseorang yang bekerja/bertugas/berada dalam lembaga negara tertentu. Ini tentang cara pemberitaan media. Ini karena cara pemberitaan media sangat efektif dalam pembentukan citra terhadap sesuatu.

Sebab Laptop Bermasalah

Gara-gara laptop eror, saya semalem jadi beranjak tidur jam 02.00 AM. Dan tadi pagi, saya bangun kesiangan padahal hari ini ada Stadium General Asistensi Agama Islam jam 08.00 AM. Telat 15 menit, akhirnya saya putuskan untuk tidak masuk sekalian dan terdampar di HMGF ikut bersih-bersih kamar HM.

Di sinilah saya menyadari bahwa saya salah kostum. Bersih-bersih tapi saya pakai baju dan celana serba putih (susah nyucinya, gampang kotornya). Jam 10.00 selesai bersih-bersih. Sempat foto-foto bareng juga lho.

Kalau di lihat selama bersih-bersih, ternyata yang paling rajin adalah uni Nike, dan paling males bisa dipastikan adalah saya -jelas-. Yang ikutan pun juga sedikit banget. Dari 49 cindil 2007, hanya ada Nike, Arie, Nevi, Abi, Dicky, Yudha, David, dan tentu saja saya. Sampah yang terkumpul selama 2 minggu ternyata lumanyun banyak. Minggu depan giliran mas/mbak angkatan 2006 yang bersih-bersih.

saya minggu depan ada SG-AAI tapi saya juga mau Survei ke Selo (antara Merapi dan Merbabu). Jadi bingung mau ikut yang mana. Tapi ada usulan dari si Data tuh, SG-AAI pindah ke Selo (usul tidak diterima). Sementara saya masih milih buat ikut Survei ke Selo. Eh…

Perubahan

Akhir-akhir ini saya selalu tampil rapi dalam berpakaian. Entah kesambet malaikat dari mana, saya jadi merasa aneh tidak seperti biasanya. Dulu saya lebih sering memakai busana-busana kasual, sekarang teman-teman agak heran. Ada yang nyeletuk begini, “tumben lo rapi amet”, “tumben baju lo dimasukin”, ada yang lebih aneh lagi, “Bisa rapi juga toh?” Kenapa perubahan pada diri saya selalu ada saja berkomentar, diperhatikan. saya bukan Artist, Pejabat Negara, Boss, atau apa. saya itu sekedar cantrik biasa lho. Sama seperti teman-teman saya lainnya. Sudah lah biasa aja. Bukankah saya jadi tampil lebih rapi itu perubahan positif?

Sebenernya sih begini ceritanya. Dahulu kala saya tiap kali ke kampus ya pakaiannya begitu-begitu aja. Celana jeans, kaos ber-krah, sepatu, tas ransel (kayak mau tracking aja). Sekarang karena tuntutan kuliah dan kerja (emang kerja apa sih?) saya harus selalu tampil rapi. Oh ya, saya jadi Asisten (lagi) sekarang. Tapi beda tempat dan tentu saja beda matakuliah. Sebenarnya alasan dasarnya bukan itu, saya tiba-tiba punya kesadaran untuk tampil lebih rapi. saya pengen jadi mahasiswa sopan yang sebenarnya, pengen tampil layaknya mahasiswa tipe akademis. Dulu saya sering dikira masih sekolah SMA (pernah dikira masih SMP malah). Dengan berpakaian rapi dan sopan tentu akan merubah opini publik (walah dalem banget bahasanya), jadi saya tidak dikira masih SMA lagi.