SIA UGM Harus Berbenah Diri

Dahulu kala saat masih Semester I (saya masih ingat) susah (dan capek) mahasiswa FMIPA mengurus Kartu Rencana Studi (KRS). Ya waktu itu Input data belum online seperti sekarang (hanya local network saja). Mau ambil KHS dan KRS harus ngantri dulu di Bag. Akademik, trus ngisi KRS, dilanjutkan Input Data/Key In (yang harus ngantri lagi), setelah itu baru menyerahkan KRS kembli ke bag. Akademik. Yah dahulu kala paling ga enak karena harus ngantri. Itu permasalahan yang udah JADUL.

Bagaimana dengan sekarang dengan Sistem ‘terpadu’ yang disebut SIA?

Sekarang saya sudah memasuki semester 4 dan sedang masa-masa pengisian KRS. Awalnya di Bag. Akademik FMIPA UGM semua lancar-lancar saja. Giliran saat mau Input Data (melalui SIA) semua jadi kacau dan menyebalkan (bukan karena antri). Semua itu terjadi karena tidak ada kesesuaian antara yang dari Bag. Akademik dengan di SIA. Bagaimana mungkin IP saya berbeda antara data dari Bag. Akademik dengan yang di SIA (IP di SIA lebih tinggi), padahal secara matematis IP yang dari Bag. Akademik yang bener.

Si Sony (curhat sama saya) juga mengalami hal yang sama, tidak ada kesesuaian. Tapi bedanya IPnya di SIA lebih rendah dari PI menurut Bag. Akademik. Ya ini secara otomatis mengurangi jatah Kredit (SKS) semester berikutnya (Semester 4).

Tambah lagi mengenai Jadwal yang ‘tabrakan’. Ada beberapa mata kuliah wajib (dan terprogram) ternyata tidak dapat diambil karena ‘tabrakan’. beberapa Praktikum juga mengalami nasib yang sama (tabrakan, red.). Padahal biasanya jadwal praktikum lebih fleksibel dan dapat dipindah di hari atau jam yang lain.

SIA UGM harus banyak berbenah diri agar nantinya tidak terjadi hal-hal yang mempersulit mahasiswa. Bukankah tujuan SIA itu untuk mempermudah dan mempercepat? Ya ini mungkin sesuatu yang wajar sebab implementasi SIA di FMIPA juga baru beberapa semester ini, tambah lagi jumlah mahasiswa yang lumayan banyak pastinya menjadikan ‘sampling error’ juga lebih banyak.

Menurut pengakuan teman saya (anonim, red.): “mending pake sistem yang dulu, walau harus ngantri sih”

Itu tadi sekelumit kisah nyata yang saya alami saat memasuki semester 4 ini.